Menghitung kebutuhan tack coat, itu penting. Khususnya dalam proses penerapan pengaspalan atau perbaikan jalan lama. Lantas bagaimana penerapan perhitungan dari tack coat? Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak uraian di bawah ini.


menghitung kebutuhan tack coat untuk proyek pengaspalan

Penerapan tack coat pada permukaan perkerasan yang ada (aspal lama) sangat penting sebelum menempelkan aspal baru. Penerapan tack coat yang tepat sangat penting untuk kinerja struktur perkerasan aspal campuran panas (Hot Mix Asphalt). Aplikasi yang tepat dari lapisan aspal tack coat dapat secara signifikan meningkatkan ikatan antara lapisan perkerasan, meningkatkan kekuatan struktur perkerasan.  Terakhir, tack coat dapat mengurangi terjadinya top-down cracking pada lapisan surface course.

Baca juga : Jasa Pengaspalan Jakarta

Kapan Perlunya Tack Coat?

Penerapan tack coat umumnya oleh kontraktor pengaspalan jalanpada permukaan perkerasan lama sebelum pengaplikasian lapisan baru HMA. Termasuk di antaranya permukaan eksisting berupa lapisan aspal beton lama atau perkerasan beton portland cement (PCC). Dengan kata lain seperti antara lapisan permukaan HMA yang teraplikasi di atas lapisan leveling HMA.

Banyak orang percaya perlunyatack coat berperan untuk memberikan “ikatan” antara permukaan perkerasan yang ada dan lapisan HMA baru. Kebanyakan para penyedia jasa perbaikan jalan berasumsi jika pengaplikasian tack coat sendiri memiliki fungsi penting. Sebab, untuk mencegah lapisan HMA baru lepas pada lapisan perkerasan yang ada.

Hanya saja, ekpektasi soal fungsi dan peran dari toack coat sendiri juga tergantung pada sejumlah besar faktor. Beberapa faktor tersebut mulai dari jenis bahan aspal yang untuk tack coat, seperti aspal emulsi atau aspal pengikat.

Terlepas dari jenis material apa, bagaimanapun, yang penting bukanlah tingkat aplikasi material tack coat. Tetapi yang penting adalah jumlah sisa pengikat aspal yang tersisa di permukaan perkerasan setelah pengaplikasian material tack coat.

Jumlah sisa bahan tack coat yang tepat pada permukaan perkerasan eksisting biasanya tidak menutupi seluruh permukaan. Dalam sebagian besar situasi perkerasan jalan, lapisan tack hanya didistribusikan pada 90 hingga 95 persen dari permukaan yang ada.

Ini tentu sebuah indikasi bahwa 5 sampai 10 persen dari permukaan yang ada masih terlihat setelah penerapan lapisan tack coat. 

Terlalu sedikit tack coat dapat mengakibatkan penurunan yang signifikan dalam kekuatan dan daya tahan struktur perkerasan. Terlalu banyak tack coat, bagaimanapun, dapat dengan mudah membuat bidang slip di antara lapisan. Ini akan menyebabkan lapisan perkerasan atas meluncur dari lapisan bawah.

Sebab Tack Coat Gagal Bekerja

Tak jarang, ketika mengambil sample inti dengan core drill segera setelah lapisan perkerasan proses oengaplikasianHMA selesai, tack coat tidak bekerja. Artinya ikatan antar lapisan tidak terjadi. Banyak variabel yang mempengaruhi laju perkembangan ikatan.

Contohnya faktor iklim, jumlah lalu lintas, ketebalan lapisan, dan tingkat kepadatan yang diperoleh dalam campuran HMA. Dalam beberapa kasus, ikatan antara lapisan aspal baru dan lama, terjadi dalam beberapa hari, minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Tak memungkiri pula, penggunaan material tack coat membantu pengembangan ikatan antara lapisan perkerasan. Dengan demikian kondisi ini dapat mentransfer beban lalu lintas ke seluruh ketebalan struktur perkerasan.

Selain itu, Tack coat juga sangat mengurangi jumlah kegagalan atau selip yang mungkin terjadi antara permukaan lama dan lapisan perkerasan HMA baru. Oleh karena itu, penerapan tack coat yang tepat sangat penting untuk ketahanan jangka panjang perkerasan beton aspal.

Artikel Terkai

Informasi Biaya Pengaspalan

Menghitung Kebutuhan Tack Coat

Jika masuk dalam perhitungan maka pengerjaan volume tack coat ini lebih mudah jika membandingkannya dengan aplikasi aspal hot mix. Begitu juga dengan jumlah volumenya, tack coat lebih sedikit daripada hot mix. Oleh sebab itu, menghitung tack coat pun jauh lebih mudah. 

Di sisi lain, secara detail perhitungannya sendiri maka per m2 memerlukan sekitar 0.15 liter per m2 hingga 0.5 liter per m2. Sebagai ilustrasi, jika hendak melakukan tack coat pada jalan sepanjang 1.000 m dan lebar jalan adalah 6 m, berapa tack coat yang dibutuhkan?

Panjang jalan = 1000 m

Lebar jalan = 6 m

Luas = Panjang x Lebar

Luas = 1000 x 6 = 6000 m2

Jika per m2 dibutuhan 0,5 liter

Maka 0,5 x 6000 = 3000 liter

Jadi, untuk jalan sepanjang 1000 meter (1km) dengan lebar 6 meter, memerlukan tack coat atau lapis perekat perkerasan sebanyak 3000 liter. Dalam penerapan menghitung kebutuhan tack coat, tentu Anda perlu mengetahui berapa luas jalan yang hendak mendapat pelapisan. Langkah ini tentu sebagai cara untuk mengetahui berapa luasan obyek proyek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *